Langsung ke konten utama
Ini adalah kisah ramadhan tahhn lalu.Bulan Ramadhan tahun lalu sangat istimewa dan menyenangkan bagiku,Karena diawal puasa aku bisa sempat pulang kampung dan berkumpul dengan keluarga di Enrekang.Aku dapat melaksanakan puasa selama sebulan penuh. Selain itu, aku juga dapat melaksanakan shalat tarwih berjamaah di masjid dan membaca al-qur’an di rumah, meskipun tidak penuh selama malam bulan Ramadhan. Yang membuat aku senang adalah keberhasilan melaksanakan puasa sebulan penuh. Sebelum memasuki bulan puasa aku menyadari, betapa berat menjalankan puasa. Apalagi saat berpuasa kami sebagai mahasiswa akan belajar di kampus kurang lebih tiga minggu. Menerima pelajaran dari dosen walaupun tidak seperti belajar di luar bulan puasa. Kata dosen, kami lebih banyak belajar soal keimanan dan ketaqwaan (Imtaq). Dengan niat dan tekad yang kuat, aku memulai hari pertama berpuasa. Lapar dan haus menyerang bukan main. Badanku jadi terasa lemas. Aku segera tidur siang setelah shalat Zhuhur. Ternyata aku terbangun menjelang shalat Asyar.Setelah itu menyiapkan makan untuk berbuka puasa. Akhirnya aku berhasil melewati hari pertama puasa dengan baik ketika azan tanda berbuka puasa telah berkumandang. Malam harinya, aku shalat tarwih pertama di masjid yang tak jauh dari rumah.Sangat ramai orang shalat tarwih di malam pertama Ramadhan itu. Hari kedua dan ketiga berpuasa dapat kujalani dengan baik. Begitu pula shalat tarwih berjamaah dan tadarusan. Namun puasa hari keempat, aku harus kuliah seperti yang dijadwalkan oleh kampus. Hari pertama kuliahdi bulan puasa, aku merasakan lelah dan ngantuk yang luar biasa. Namun hari kedua dan seterusnya rasa lelah dan ngantuk sudah mulai berkurang. Hari demi hari kulewati bulan puasa dengan baik. Setiap aktivitas bulan ramadhan pun kuusahakan untuk mengikutinya. Belajar di kampus selama dua minggu. Shalat tarwih berjamaah di masjid, mendengar dan ceramah Ramadhan. Dan beberapa malam di antaranya aku sempatkan membaca al qur’an di rumah.

Komentar